Selasa, 23 Maret 2010

Makan

Aku tidak habis pikir. Apa sih yang dimau orang ini? Untuk hal-hal sepele sering aku harus memberi tahu berulang-ulang. Dan aku selalu mendapatkan satu jawaban : Iya.
Iya....iya....iya....apanya yang iya, batinku. Padahal semua tidak ada yang berubah, tetap berjalan sama dari waktu ke waktu. Aku jadi kadang jengkel sendiri.
Mungkin aku terlalu cerewet, tapi kan ini demi kebaikannya. Menurutku sih! Apa aku terlalu berlebihan? Nggak ah! Perasaan biasa-biasa saja tuh!
Padahal sih, aku bukan menyuruh berlari di bawah derasnya hujan, atau mandi di tengah malam, apalagi hal-hal yang menyulitkan dia.
Aku hanya menyuruhnya makan, makan, makan! Hal yang sama sekali biasa bukan? Tidak istimewa, karena itu adalah kebutuhan paling utama dari hidup manusia. Tapi apa? Susah banget disuruh makan!
Kurang enak masakanku? kurang cocok dengan selera? Kan kamu bisa beli dengan uang yang selalu aku tinggalkan di dompet belanja? Kamu bisa makan sesukamu, kamu juga boleh masak masakan sesukamu. Apalagi?
Jawabanmu tetap saja sama : iya.........
Terserah deh, aku nyerah! Tapi aku tidak bertanggung jawab bila kamu terkena malnutrisi, aku juga tidak mau orang tuamu menyalahkan aku tidak memberimu makan cukup. Makan cukup?
Entahlah!